Hepatitis adalah kondisi peradangan hati. Kondisi ini dapat disebabkan oleh virus, racun, alkohol, obat-obatan tertentu, atau bahkan sistem kekebalan tubuh sendiri yang menyerang hati.
Jika tidak diobati, hepatitis dapat menyebabkan masalah serius seperti kerusakan hati, sirosis (jaringan parut pada hati), atau kanker hati. Di Indonesia, hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi virus ini hingga gejala muncul atau kerusakan hati telah terjadi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 20 juta orang Indonesia hidup dengan hepatitis B atau C, banyak di antaranya tanpa diagnosis atau pengobatan.
Hepatitis B adalah jenis yang paling umum di Indonesia. Beberapa daerah, seperti Maluku dan Bangka Belitung, memiliki tingkat infeksi di atas 20%.
Memahami berbagai jenis hepatitis dan cara mencegahnya merupakan langkah penting dalam melindungi diri Anda dan orang-orang terkasih. Berikut adalah lima jenis utama hepatitis, penyebabnya, dan cara mengurangi risikonya.
Hepatitis A (HAV) yang disebabkan oleh makanan atau air yang terkontaminasi menyebar melalui jalur "fekal-oral". Hal ini sering terjadi di tempat-tempat dengan sanitasi atau kebersihan yang buruk, sehingga kebiasaan makan dan minum yang bersih menjadi sangat penting.
Hepatitis A tersebar luas, dengan wabah yang sering dilaporkan di daerah padat penduduk dan destinasi wisata. Bali, misalnya, memiliki risiko paparan yang lebih tinggi karena popularitasnya dan pergerakan penduduk serta makanan impor.
Jika Anda bepergian ke Bali, sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin hepatitis A.
Hepatitis B (HBV) yang disebabkan oleh kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi dapat menyebar melalui beberapa cara. Ini termasuk: hubungan jenis kelamin tanpa pengaman, berbagi jarum suntik, atau seorang ibu menularkannya kepada bayinya saat melahirkan.
Indonesia memiliki salah satu tingkat hepatitis B tertinggi di Asia Tenggara. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi, sehingga meningkatkan risiko penularan kepada orang lain.
Hepatitis B kronis dapat menyebabkan jaringan parut (fibrosis) pada hati, sirosis, atau kanker hati. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian terkait hati di Indonesia.
Lindungi diri Anda dan keluarga, tanyakan tentang vaksinasi hepatitis B hari ini.
Hepatitis C (HCV) disebabkan oleh virus yang menyebar melalui kontak darah langsung, sering kali melalui penggunaan jarum suntik bersama, praktik medis yang tidak aman, atau transfusi darah yang tidak diskrining. Penting untuk menghindari paparan darah yang terinfeksi agar terhindar dari HCV.
Banyak orang tidak mengalami gejala apa pun selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, gejalanya mungkin meliputi:
Hepatitis C kronis dapat merusak hati secara perlahan tanpa tanda-tanda peringatan yang jelas, yang akhirnya menyebabkan sirosis atau kanker hati.
Belum ada vaksin, tetapi obat antivirus modern dapat menyembuhkan sebagian besar kasus bila terdeteksi dini.
Hepatitis D (HDV) disebabkan oleh virus yang hanya menyerang orang yang sudah terinfeksi hepatitis B, karena virus ini membutuhkan virus hepatitis B untuk berkembang biak di dalam tubuh. Ini berarti Anda hanya bisa tertular HDV jika Anda sudah terinfeksi atau terpapar hepatitis B.
Jika Anda divaksinasi untuk hepatitis B, Anda juga aman dari hepatitis D.
Hepatitis E (HEV) disebabkan oleh virus yang menyebar melalui air yang terkontaminasi, terutama di daerah dengan sanitasi yang buruk atau selama banjir dan bencana alam. Untuk menghindari infeksi, penting untuk minum air bersih dan aman serta menerapkan kebersihan yang baik.
Kasus telah dilaporkan di Kalimantan Barat dan Jawa Timur. Ibu hamil berisiko lebih tinggi mengalami penyakit parah.
Hepatitis E sering kali sembuh dengan sendirinya, tetapi dapat mengancam jiwa selama kehamilan.
Tidak semua hepatitis disebabkan oleh virus. Penyebab lainnya meliputi:
Dalam semua kasus, menghindari pemicu yang diketahui dan mencari nasihat medis sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan hati permanen.
Penyakit-penyakit tersebut meliputi hepatitis A, B, C, D, dan E, yang masing-masing memiliki metode penularan dan tingkat keparahan yang berbeda.
Ini adalah infeksi virus umum yang memengaruhi hati. Hepatitis A dan E menyebar melalui makanan atau air.
B dan C ditularkan melalui darah dan cairan tubuh.
Hepatitis A dan E menyebar melalui sistem pencernaan dan bukan melalui hubungan jenis kelaminual.
Keduanya merupakan kondisi serius. Hepatitis B memiliki vaksin, sedangkan hepatitis C tidak, tetapi dapat disembuhkan dengan pengobatan.
Carilah bantuan medis jika Anda memiliki:
Bahkan tanpa gejala, pemeriksaan rutin penting, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti bepergian ke daerah berisiko tinggi, menjalani prosedur medis baru-baru ini, atau kontak dengan seseorang yang menderita hepatitis.
Rumah sakit internasional kami menawarkan perawatan hepatitis lengkap, termasuk:
Kami mengikuti standar keamanan internasional dan menggunakan alat diagnostik yang andal untuk memastikan hasil yang akurat. Tim perawatan kami membantu Anda memahami risiko, menjelaskan hasil, dan mendukung Anda dalam melindungi kesehatan hati Anda.
Jika Anda khawatir tentang hepatitis, pesan pemeriksaan di rumah sakit kami Hari ini.